Postingan

Makna Thayyib

** _Oleh: Robi Pamungkas_ Thayib secara bahasa lawan kata Al Khubtsu (kotor) . Dikatakan sya’iun thayyib bermakna thahir (suci) dan nadzif (bersih)[1]. Thayyib dalam Al Quran disebutkan empat kali dalam bentuk mufrad mudzakar (laki-laki tunggal), semuanya digunakan sebagai sifat untuk makanan yang halal; seperti dalam surat Al Baqarah 168, Al Mai’dah 88, Al Anfal 69, dan An Nahl 114[2]. Selain itu Al Quran menggunakan kata thayib dalam bentuk jamak sebanyak 21 kali. Semuanya merujuk kepada makna usaha atau rizki, sifat perhiasan , sifat perempuan dan sifat makanan[3] . Adapun terkait dengan makna thayib yang menjadi sifat makanan sebagaimana dalam firman Allah ﷻ : يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ  “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu” ...

Renungan

‏قال عطاء بن أبي رباح : ‏إن الرجل ليحدثني بالحديث، فأنصت له كأني لم أسمعه، وقد سمعته قبل أن يولد . "Terkadang, ada orang bercerita, namun saya tetap semangat mendengarkannya. Seolah-olah saya belum pernah mendengarnya. Padahal, cerita itu sudah saya ketahui sejak orang itu belum lahir" Kalimat bijak Atha' bin Abi Rabah (Siyar A'lam Nubala, Adz Dzahabi 5/86) Inilah akhlak Salaf yang patut diteladani! 1. Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Hal itu akan mendorong untuk lebih banyak aksi dibanding sekadar berbunyi. Ilmu pun didapat dengan sabar-sabar mendengar. 2. Menghargai orang lain yang sedang berbicara, walau ia jauh lebih muda. Meskipun ia bawahan, meskipun ia anak, meskipun ia murid, dan meskipun ia masih kurang pengalaman.  3. Jangan sakiti hati orang dengan memutus pembicaraan nya! Apalagi belum selesai ia berkata, kita sudah menyambung cerita. Lebih-lebih lagi merespon, "Aku juga tahu cerita itu!" , atau "Aku lebih tahu dari kamu", ata...

Umar mengubur Putrinya?

PENTING!! ( dulu pun saya tertipu dengan kisah ini, ) Dari DR Sholih Al Ushoimy dosen Unv. Islam . Imam Muhammad bin Saud, Jurusan Aqidah. Apakah Umar bin Khattab benar telah mengubur hidup Putrinya pada masa jahiliyah?? Jawabannya : TIDAK Memang presespsi itu muncul dari kebanyakan Dari khatib atau ustadz / dai, bahwasanya Umar bin Khattab telah mengubur putrinya pada masa Jahiliyah, dan kita semua selalu mendengarkan kisah tersebut melalui mimbar mimbar dalam sesi sesi kuliah dan ceramah, singkat kisah yg tersebar pada masyarakat adalah bahwa Umar Radhiallah anhu suatu hari tengah duduk bersama para sahabat yg lain, kemudian ia tiba tiba tertawa ringan lalu kemudian ia menangis. Lalu ada yg bertanya padanya apa yang telah terjadi. Umar menjawab: Dahulu pada saat jahiliyah kami membuat berhala sesembahan dari adonan roti. Kemudian suatu saat kami memakannya, itulah sebabnya aku tertawa. Adapun sebab tangisku karena dulu aku punya putri kecil dan aku terobsesi untuk menguburnya, kemudi...

TANPA TAUHID AMAL IBADAH TIDAK BERNILAI

Tauhid adalah Syarat Diterimanya Ibadah Perlu pembaca sekalian ketahui bahwa ibadah tidak akan diterima kecuali apabila memenuhi 2 syarat : Pertama, memurnikan ibadah kepada Allah semata (tauhid) dan tidak melakukan kesyirikan. Kedua, mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah apapun yang tidak memenuhi salah satu dari kedua syarat ini, maka ibadah tersebut tidak diterima. Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan,”Sesungguhnya apabila suatu amalan sudah dilakukan dengan ikhlas, namun tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah maka amalan tersebut tidak diterima. Dan apabila amalan tersebut sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah, namun tidak ikhlas, maka amalan tersebut juga tidak diterima, sampai amalan tersebut ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Jaami’ul Ulum wal Hikam) Ada permisalan yang sangat bagus mengenai syarat ibadah yang pertama yaitu tauhid. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dalam risalahnya yang...

Membangun Rumah di Surga part 1

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Qs Ali Imran ayat 15)  Salah satu kenikmatan di surga adalah Rumah di Surga Dalam satu hadis Nabi (muttafaqun 'alaihi) dijelaskan bahwa sesungguhnya penduduk surga melihat-lihat pemilik kamar-kamar di atas mereka sebagaimana melihat bintang-bintang gemerlapan di langit dari timur atau barat karena perbedaan tingkat di antara mereka. Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah ! itu rumah-rumah para ...

Mutiara Hikmah

"Saat engkau melihat orang lain diberi kemewahan dunia, maka janganlah engkau iri dan berkhayal seperti mereka, tapi mintalah keberkahan hidup kepada Allah. Karena, boleh jadi bila engkau diberi kemewahan dunia, maka engkau akan semakin jauh dari Allah dan menjadi sebab dirimu terjerumus dalam berbagai keburukan." 🖌 Ustadz Abdul Qodir, Lc. Hafizhahullah

Membangun Rumah di Surga bag 1

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ  بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Qs Ali Imran ayat 15) *Salah satu kenilkmatan di surga adalah Rumah di Surga* Dalam satu hadis Nabi (muttafaqun 'alaihi) dijelaskan bahwa sesungguhnya penduduk surga melihat-lihat pemilik kamar-kamar di atas mereka sebagaimana melihat bintang-bintang gemerlapan di langit dari timur atau barat karena perbedaan tingkat di antara mereka.  Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah ! itu rumah-rumah p...