Oleh : Abdullah Al Jirani Salah satu kesalahan yang sering terjadi, jika ada anak ngompol di lantai, biasanya ibunya mengelap lantai yang terkena air kencing tersebut dengan kain yang telah dibasahi dengan air. Ini tidak mencukupi. Dalam arti, lantai tersebut masih dianggap najis. Bahkan najis itu semakin meluas dengan cara dilap. Kain-nya pun ikut najis. Menyucikan sesuatu yang terkena najis, misalnya air kencing, harus dengan cara dicuci/dibasuh dengan menggunakan air. Makna mencuci/membasuh, adalah mengalirkan air kepada tempat yang terkena najis. Sedangkan mengelap, tidak termasuk makna mencuci karena tidak ada air yang mengalir. Oleh karena itu, ketika ada seorang Arab Badui yang kencing di dalam masjid, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- meminta air kemudian diguyurkan kepada tempat yang dikencingi oleh Arab Badui tersebut. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik –radhiallahu ‘anhu- beliau berkata : أَنّ...