Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Akhlaq

Jangan Pernah Merasa Sudah Berilmu !

Masih dalam seri 5 menit lebih dekat bersama Rasulullah saw di bulan kelahiran beliau. Seri keempat dari pelajaran-pelajaran akhlak Nabi yang bisa kita petik dari ayat Al-Qur’an adalah : Jangan pernah merasa sudah berilmu ! Allah swt selalu mendorong hamba-Nya untuk menambah ilmu. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki karena orang yang paling sombong adalah yang merasa telah mengetahui segalanya. Tengoklah pribadi mulia Rasulullah saw. Yang telah diberi oleh Allah segala ilmu di masa lalu dan yang akan datang. وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ “Dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui.” (QS. An-Nisa’ (4) : 113) Namun disisi lain Allah mendidik Nabi-Nya yang telah diberi berbagai ilmu untuk terus memohon tambahan ilmu dari-Nya. ...

Mengingat maut dan membaca Al-Qur’an

*إِنَّ هَذَاالْقُلُوْبَ تَصْدَأُكَمَايَصْدَأُالْحَدِيْدُإِذَاأَصَابَهُ الْمَاءُ, قِيْلَ : يَارَسُوْلَ اللَّهِ وَمَاجَلَا ؤُهَا ؟ قَالَ : كَثْرَةُذِكْرِ الْمَو...

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

** *(وعليك) ببر الوالدين فإنه من أوجب الواجبات* (وعليك) ببر الوالدين فإنه من أوجب الواجبات وإياك وعقوقهما؛ فإنه من أكبر الكبائر قال تعالى: (وقضى ربك أن لا تعبدوا إلا إياه وبالوا...

LISANMU, SURGAMU ATAU NERAKAMU !

◾ ** ◾ Jika setelah belajar agama ternyata lisan semakin pedas dengan celaan dan sindiran, lebih banyak membahas fitnah dan bantahan daripada ilmu, semakin sombong serta merendahkan manusia, maka itu pertanda bahwa ilmu yang diperoleh "Tidak Berkah". Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فىِ لِسَانِهِ "Kebanyakan dosa anak adam itu ada pada lisannya" (HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir X/243 dan al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab IV/240, hadits dari Abdullah bin Mas'ud, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 1201) Dengan lisan itu mereka berdusta, bersaksi, bersumpah palsu, mencaci maki, mencela, mengutuk, berkata keji, mengejek, berfatwa tanpa ilmu, namimah, berdakwah kepada kesesatan, melakukan fitn...

JURUS JITU MENDIDIK ANAK

Gambar
👌 👤 Oleh: Ust. Abdullah Zaen, Lc. MA حفظه الله تعالى 👉 JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU Tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja. Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua. Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi buka...

*DISUNNAHKAN BERWUDHU SETELAH MARAH DAN MENGGUNJING*

Dalam mazhab Asy-Syafi’i, disunnahkan berwudhu jika terpicu sesuatu sampai timbul amarah atau tergelincir menggunjing orang lain. An-Nawawi berkata, ومن أنواع الوضوء المندوب تجديد الوضوء والوضوء في الغسل وعند نوم وغضب وغيبة Di antara macam-macam wudhu yang disunnahkan adalah memperbarui wudhu (setiap kali batal), berwudhu saat mandi besar, pada saat (hendak) tidur, pada saat marah, pada saat menggunjing…(At-Tahqiq hlm 69) Pernyataan seperti ini juga ditegaskan dalam Al-Majmu’, syarah Al-Muhadzdzab. Barangkali An-Nawawi menyimpulkan hukum sunnah berwudhu setelah marah itu karena ada riwayat yang menya...

Tahap-tahap menuntut ilmu

Al-Imam Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata, ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻨﻴﺔ , ﺛﻢ ﺍﻻﺳﺘﻤﺎﻉ , ﺛﻢ ﺍﻟﻔﻬﻢ , ﺛﻢ ﺍﻟﺤﻔﻆ , ﺛﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ , ﺛﻢ ﺍﻟﻨﺸﺮ Awal ilmu adalah: 1. Niat (Ikhlas karena Allah), 2. Mendengar, 3. Memahami, 4. Menghapal, 5. Mengamalkan, 6. Menyebarkan. [Jaami' Bayaanil 'Ilmi wa Fadhlih, 1/118]

Mempelajari ilmu

22 Syawal 1439H (Kumpulan Fatawa) ( Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i fii Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il ) Bab: Ilmu Pertanyaan Masalah: Apakah dalam belajar kita hanya mencukupkan diri dengan mempelajari ilmu syar’i (ilmu agama), tidak belajar ilmu dunia? Al Jawab: Asy-Syaikhul Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu menjawab: “Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas anda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” Bila anda ingin mengerjakan shalat seb...

Semua Akan Berbalas

~ ... ~ Oleh : Ustadz Aan Chandra Thalib, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ Sahabat Jabir bin Abdullah -radhiallahu ‘anhu- berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jibril berkata kepadaku : “ Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya kamu akan mati, dan cintailah siapa yang engkau kehendaki, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya, dan ber-amal-lah sesukamu karena sesungguhnya engkau akan menemui (balasan) amal-mu tersebut.“ (Shahih al Jami’, no : 4355, Hasan) Begitulah sahabat… Semua perbuatan tak ada yang luput dari penglihatan-Nya. Semua tercatat rapi disi-Nya. Besar ataupun kecil, baik ataupun buruk. Semua juga akan diperlihatkan dan berbalas. Allah azza wa jalla berfirman : “Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata : “Aduhai celaka kami, kitab apaka...

HUKUM JAPRIAN DENGAN NON MAHRAM

SOAL : Ustadz bagaimana cara menasehati umahat yang sedang japrian dengan non mahromnya.. tolong berikan nasehat ringkasnya ustadz kalau perlu di sertakan dalil biar nanti bisa di kirim ke yang bersangkutan syukron, dari umu Zaky di bumi Allah. JAWAB : Barokallahu fikum, semoga Allah Ta’ala menjaga kita dan kaum muslimin dari seluruh perbuatan akibat tipu daya syaithan diantaranya adalah berkholwah (berdua duaan lelaki dan wanita tanpa mahramnya). Saya sampaikan sebagai bentuk nasehat kepada kita dan kaum muslimin sekalian dalam poin poin berikut : [1] Agama Islam yang mulia sangat memperhatiakan dan menganjurkan terhadap setiap kebaikan dan kemaslahatan, sebaliknya akan menutup dan mencegah semua celah pintu yang menuju kepada kerusakan. Bahkan mencegah kerusakan itu didahulukan dari sekedar mengambil manfa’at. Dalam kaedah di sebutkan : ﺩَﺭْﺀُ ﺍﻟْﻤَﻔَﺎﺳِﺪ...

Berat siksa orang yang menganjurkan Kebaikan dan Mencegah dari yang Mungkar tetapi Perkataannya Menyalahi Perbuatannya

~ "Dari Abu Zaid Usamah Ibn Haritsah Radhiyallahu'anha, dia berkata :" Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Akan didatangkan na nti pada hari kiamat seorang laki-laki ia dilemparkan ke dalam Neraka maka keluarlah usus-usus perutnya, lalu berputar-putar di dalamnya bagaikan himar yang berputar-putar di sekitar penggilingan. Maka berkerumunan ahli Neraka kepadanya, mereka berkata:" Hai Fulan mengapa kamu?? Bukankah kamu dahulu menganjurkan kebaikan dan melarang dari yang Mungkar??". Maka dia menjawab: " Benar saya dulu memerintah yang baik tetapi tidak mengamalkannya dan saya melarang dari yang mungkar tetapi aku melakukannya " (HR.Bukhari-Muslim). Dalam Quran Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Mengapa kamu suruh orang lain ( mengerjakan ) kebajikan, sedang kamu melupakan diri ( kewajiban )mu sendiri, padahal kamu membaca Al-kitab ( Taurat )? Maka tidakkah kamu berfikir ?" (QS.Al-Baqarah:44). D...

Memperkeraskan Siksaan Orang Yang Memerintahkan Kebaikan Atau Melarang Dan Kemungkaran, Tetapi Ucapannya Tidak Tepat Dengan Kelakuannya

Allah Ta'ala berfirman: "Adakah engkau semua memerintahkan kepada kebaikan, sedangkan engkau semua melalaikan dirimu sendiri, padahal engkau semua juga membaca Alkitab, apakah engkau semua tidak menggunakan akal?" (al-Baqarah: 44) Allah Ta'ala berfirman pula: "Hai sekalian orang-orang yang beriman, mengapa engkau semua mengucapkan apa-apa yang tidak engkau semua lakukan? Besar sekali dosanya di sisi Allah, jikalau engkau semua mengucapkan apa-apa yang tidak engkau semua lakukan." (as-Shaf: 2-3) Allah Ta'ala  berfirman  lagi  dalam  memberitahukan  perihal Syu'aib s.a.w. iaitu: "Dan saya tidak hendak menyalahi engkau semua dalam hal yang engkau semua dilarang mengerjakannya." (Hud: 88)   199. Dari Abu Zaid iaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah radhi-allahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Akan didatangkan seseorang lelaki pada hari kiamat, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka, lalu keluarl...

JAUHILAH SIFAT PELIT

وَعَنْ جَابِرٍ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ : { اِتَّقُوا اَلظُّلْمَ, فَإِنَّ اَلظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ, وَاتَّقُوا اَلشُّحَّ , فَإِن...

*ADAB DAN ETIKA BERCANDA*

Gambar
*Adab dan Etika dalam Bercanda - Ustadz Firanda Andirja, MA* السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله _*Seorang muslim boleh bercanda sebagaimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam juga terkadang bercanda.*_ Bahkan seorang shahabat berkata kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: يَا رَسُولَ اللهِ ، إِنَّكَ تُدَاعِبُنَا "Wahai Rasūlullāh, sesungguhnya engkau mencandai kami." Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata: نَعَمْ، وَ لاَ أَقُوْلُ إِلاَّ حَقًّا _*"Benar, akan tetapi aku tidak pernah berkata kecuali yang benar."*_ (HR. Ahmad dari Abu Hurairah) Oleh karenanya diriwayatkan bagaimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam terkadang mencandai para shahabatnya. Suatu saat ada seorang shahabat mendatangi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kemudian berkata: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ احْمِلْنِى "Ya Rasūlullāh, naikkan aku di atas tunggangan." Maka, kata Rasūlullāh sh...