Fadhilah Memakmurkan Masjid
Mutiara Ar-Risalah 6 Jumadil Awal 1435 H
Bahasan_______________________________________________________
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-¬orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah: 18)
Siapa saja yang senang mengunjungi masjid terutama guna melaksanakan ibadah shalat berarti ia telah termasuk ke dalam orang yang memakmurkan masjid. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan langsung oleh Allah SWT dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Na’im dan Sa’id al Khudri r.a : “Sesungguhnya rumah-rumah-Ku di bumi ialah masjid-masjid dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya”
Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang beribadah di masjid diwajibkan memakmurkan mesjid sebagai rumah Allah. Jika kita memakmurkan rumah Allah ini sebagaimana benarnya kita memakmurkan rumah sendiri, maka mesjid akan dijaga dari kotoran dari luar untuk merusaknya. Dan siapa yand tidak memakmurkannya, berarti dia telah berperan untuk merusak masjid karena ia tidak menjaga masjid sehingga peran untuk memakmurkan tidak ada.
Di dalam hadits Qudsi di atas, Allah memberitahukan bahwa masjid adalah rumah Allah di bumi tempat orang melakukan ibadah dan mengabdi kepada-Nya, bertasbih dan mensucikan-Nya. Karena itu masjid merupakan tempat ter-mulia di bumi. Kemudian orang-orang yang mengunjunginya dan memakmurkannya dengan shalat, zikir, shalawat, mem-baca Al Qur’an, dan cara-cara lain untuk bertaqarrub mendekatkan diri kepada Allah adalah tamu Allah. Dan tamu Allah adalah tamu termulia, sebab shahibul bait (pemilik rumah) penerima tamu itu adalah Allah SWT.
Fadhilah yang akan diperoleh bagi siapa saja yang senang mengunjungi masjid dan memakmur-kannya dengan shalat dan ibadah lainnya bisa kita dapatkan dalam keterangan hadits Rasulullah SAW, di antaranya sebagai berikut:
¬Dan Abi Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian melihat seseorang yang biasa mengunjungi masjid, maka yakinilah bahwa orang tersebut telah beriman. (H.R. Ahmad dan Abi Sa’id Al Khudri). Maka orang yang tidak ikut serta dalam memakmurkannya, maka amalan keimanannya kurang.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang pagi dan sorenya selalu pergi ke masjid niscaya Allah akan menyediakan baginya surga sebagai tempat istirahat setiap pagi dan sore.” (H.R. Ahmad dan Syaikhani). Akan tetapi, muslim saat ini kebanyakan tidak mempedulikan hadits di atas. Mereka lebih tergoda untuk memakurkan hawa nafsunya yang lebih menyukai kenikmatan yang sementara yang tidak akan dia bawa di akhirat nanti. Contoh: menonton tv, bermain game, mendegarkan radio dsb. Itulah yang mereka pilih dibandingkan memakmurkan mesjid.
Rasulullah SAW bersabda,“ Barangsiapa yang mem-bersihkan diri di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid,) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah fardhukan, maka langkahnya yang satu menggu-gurkan dosa dan kesalahann, dan langkah lainnya mengang-kat derajatnya.“ (H.R. Muslim). Inilah salah satu bekal yang menjadi bawaanya dalam timbangan amaldi akhirat nanti.
Rasulullah SAW bersabda: “Masjid adalah rumah setiap orang yang bertaqwa. Dan AlIah menjamin orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kesenangan, rahmat dan kemudahan dalam melintasi titian (shirath,) hingga sampai kepada keridhaan Allah, yaitu surga.” (H.R.At Thabrani). Maka jika ingin derajat taqwa, mendapat rahmat dan kemudahan dalam melintasi titian (shirath,) hingga sampai kepada keridhaan Allah, maka sudah saatnya kita meninggalkan berbagai kebiasaan yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan berbagai kegiatan untuk memakmurkan mesjid.
Rasulullah SAW bersabda: “Diperlihatkan kepadaku pahala-pahala umatku, termasuk juga pahala orang yang membersihkan sampah (kotoran) dari masjid.“ (H.R. Abu Daud, At Tarmizi). Menjaga kebersihan di masjid adalah keutamaan yang mesti dikerjakan karena merupakan tabungan di akhirat agar beratnya timbangan kebaikan di akhirat.
Selain itu, orang yang memakmurkan masjid termasuk ke dalam golongan orang-orang yang akan dinaungi Allah. Hal ini disebutkan Rasulullah dalam hadits berikut; “Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ).
“Barangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah sediakan untuknya tempat di syurga setiap kali dia pergi (pagi atau petang hari).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Maka apabila ingin bahagia di akhirat nanti, maka tabungkanlah amal-amal yang dapat memakmurkan Rumah Allah (masjid). Semoga Allah senantiasa menautkan hati kita ke meuju mesjid dan memakmurkannya.
Posted on February 23, 2011 by Masjid Jami' An Ni'mah (dengan sedikit perubahan)
Bahasan_______________________________________________________
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-¬orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah: 18)
Siapa saja yang senang mengunjungi masjid terutama guna melaksanakan ibadah shalat berarti ia telah termasuk ke dalam orang yang memakmurkan masjid. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan langsung oleh Allah SWT dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Na’im dan Sa’id al Khudri r.a : “Sesungguhnya rumah-rumah-Ku di bumi ialah masjid-masjid dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya”
Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang beribadah di masjid diwajibkan memakmurkan mesjid sebagai rumah Allah. Jika kita memakmurkan rumah Allah ini sebagaimana benarnya kita memakmurkan rumah sendiri, maka mesjid akan dijaga dari kotoran dari luar untuk merusaknya. Dan siapa yand tidak memakmurkannya, berarti dia telah berperan untuk merusak masjid karena ia tidak menjaga masjid sehingga peran untuk memakmurkan tidak ada.
Di dalam hadits Qudsi di atas, Allah memberitahukan bahwa masjid adalah rumah Allah di bumi tempat orang melakukan ibadah dan mengabdi kepada-Nya, bertasbih dan mensucikan-Nya. Karena itu masjid merupakan tempat ter-mulia di bumi. Kemudian orang-orang yang mengunjunginya dan memakmurkannya dengan shalat, zikir, shalawat, mem-baca Al Qur’an, dan cara-cara lain untuk bertaqarrub mendekatkan diri kepada Allah adalah tamu Allah. Dan tamu Allah adalah tamu termulia, sebab shahibul bait (pemilik rumah) penerima tamu itu adalah Allah SWT.
Fadhilah yang akan diperoleh bagi siapa saja yang senang mengunjungi masjid dan memakmur-kannya dengan shalat dan ibadah lainnya bisa kita dapatkan dalam keterangan hadits Rasulullah SAW, di antaranya sebagai berikut:
¬Dan Abi Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian melihat seseorang yang biasa mengunjungi masjid, maka yakinilah bahwa orang tersebut telah beriman. (H.R. Ahmad dan Abi Sa’id Al Khudri). Maka orang yang tidak ikut serta dalam memakmurkannya, maka amalan keimanannya kurang.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang pagi dan sorenya selalu pergi ke masjid niscaya Allah akan menyediakan baginya surga sebagai tempat istirahat setiap pagi dan sore.” (H.R. Ahmad dan Syaikhani). Akan tetapi, muslim saat ini kebanyakan tidak mempedulikan hadits di atas. Mereka lebih tergoda untuk memakurkan hawa nafsunya yang lebih menyukai kenikmatan yang sementara yang tidak akan dia bawa di akhirat nanti. Contoh: menonton tv, bermain game, mendegarkan radio dsb. Itulah yang mereka pilih dibandingkan memakmurkan mesjid.
Rasulullah SAW bersabda,“ Barangsiapa yang mem-bersihkan diri di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid,) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah fardhukan, maka langkahnya yang satu menggu-gurkan dosa dan kesalahann, dan langkah lainnya mengang-kat derajatnya.“ (H.R. Muslim). Inilah salah satu bekal yang menjadi bawaanya dalam timbangan amaldi akhirat nanti.
Rasulullah SAW bersabda: “Masjid adalah rumah setiap orang yang bertaqwa. Dan AlIah menjamin orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kesenangan, rahmat dan kemudahan dalam melintasi titian (shirath,) hingga sampai kepada keridhaan Allah, yaitu surga.” (H.R.At Thabrani). Maka jika ingin derajat taqwa, mendapat rahmat dan kemudahan dalam melintasi titian (shirath,) hingga sampai kepada keridhaan Allah, maka sudah saatnya kita meninggalkan berbagai kebiasaan yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan berbagai kegiatan untuk memakmurkan mesjid.
Rasulullah SAW bersabda: “Diperlihatkan kepadaku pahala-pahala umatku, termasuk juga pahala orang yang membersihkan sampah (kotoran) dari masjid.“ (H.R. Abu Daud, At Tarmizi). Menjaga kebersihan di masjid adalah keutamaan yang mesti dikerjakan karena merupakan tabungan di akhirat agar beratnya timbangan kebaikan di akhirat.
Selain itu, orang yang memakmurkan masjid termasuk ke dalam golongan orang-orang yang akan dinaungi Allah. Hal ini disebutkan Rasulullah dalam hadits berikut; “Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ).
“Barangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah sediakan untuknya tempat di syurga setiap kali dia pergi (pagi atau petang hari).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Maka apabila ingin bahagia di akhirat nanti, maka tabungkanlah amal-amal yang dapat memakmurkan Rumah Allah (masjid). Semoga Allah senantiasa menautkan hati kita ke meuju mesjid dan memakmurkannya.
Posted on February 23, 2011 by Masjid Jami' An Ni'mah (dengan sedikit perubahan)
Komentar
Posting Komentar