Postingan

BAGAIKAN ORANG ASING YANG BERTAMU DI DUNIA

🍒  Firman Allah Ta'ala :  يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ "Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS. Ghafir: 39) 📍  Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang pundakku, lalu bersabda, 'Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau seorang musafir'.  Dan Ibnu Umar berkata, "Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah engkau menunggu pagi hari, dan apabila engkau berada di pagi hari, maka janganlah engkau menunggu sore hari. Dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu."  (HR. Bukhari, 6416, at-Tirmidzi, 2333)  ➡  Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:  "Hadits ini adalah pokok yang menganjurkan pendek angan di dunia, dan bahwasanya seorang mukmin tidak patut untuk menja...

Bagaikan Setetes Madu & Seekor Semut Kecil

💥  💧 Setetes madu jatuh di atas tanah💧 ...  🐜 Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut ...  🐜 Hmmm... manis. Lalu dia beranjak hendak pergi ... .. 🐜 Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi ... .. 🐜 Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya. . 🐜 Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi ... .. 🐜 Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu ... .. 🐜 Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah ... . . 🐜 Dan... Tentu saja tak bisa bergerak ... . . 🐜 Malangnya, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu... . . 🐜 Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab. . . 🐜 "Hakikat apa...

KITAB-KITAB ILMU FIQH

📚  📚 1. Kumpulan fatawa (50 kitab) https://drive.google.com/folderview?id=1-Zf3XoHdlTYfB5P0pAGdbjUFU2tFwlxF 2. Fiqh perbandingan madzhab (8 kitab) https://drive.google.com/folderview?id=1AzfV1MopUcX3IsIPhih2UdmYL2yNxxpj 3. Fiqh madzhab Hanafi (40 kitab) https://drive.google.com/folderview?id=1RBUkYOLO2U8fbPQuW6yJJNVLITOLNolT 4. Fiqh madzhab Maliki (73 kitab) https://drive.google.com/folderview?id=1R0ezeSSs_-kqcpySb1RRqHztSKnZu2ea 5. Fiqh madzhab Syafii (73 kitab) https://drive.google.com/folderview?id=17AVUoNtu5HKoNRchOzGvff5_X0036_J3 6. Fiqh madzhab Hambali (60 kitab) https://drive.google.com/folderview?id=1RCO_AjI3i-nTuXpbTbTGRbRwt2XFaDOl 7. Thobaqat fuqaha 4 madzhab https://drive.google.com/folderview?id=1-Jb_uFoZkAehVtRQ7xSXN2eNBtwTduA1 📌 Semua kitab di atas sudah dikelompokan mulai matan, syarah, ikhtishor ataupun hasyiyah. Silahkan dibagikan jika bermanfaat. 🙏😊

Wanita Shalihah

Dan tidaklah mereka menyembuyikan perhiasan mereka karena kabodohannya  Dan tidaklah pula mereka berlaku zuhud pada perhiasan Namun mereka mengetahui haknya sehingga mereka menjaganya untuk mahramnya Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka

KOKOH, ITU DARI ALLÂH, MAKA MINTALAH KEPADA-NYA AGAR SELALU DIBERIKAN KEMANTAPAN DAN KEKOKOHAN

🌿 ``` 🎙Syaikh Shâlih al-Fauzân hafizhahullâhu berkata : الإنسان يسأل الله الثبات، ولو كان يعرف الحق ويعمل به ويعتقده *Manusia sepatutnya senantiasa meminta kepada Allâh agar diberikan 'tsabat' (kemantapan, keteguhan dan kekokohan), meskipun dia tahu kebenaran, mengamalkannya dan meyakininya....* (at-Ta'lîq 'ala Syarhis Sunnah I/48) ❗JANGAN PERNAH MERASA TELAH KOKOH Allâh ﷻ berfirman : فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا _"Sehingga kakimu tergelincir SETELAH mantap/kokoh"_. [QS An-Nahl : 94] 🔎 PERHATIKANLAH Allâh ﷻ tidak mengatakan : فَتَزِلَّ قَدَم لِعَدَمِ ثُبُوتِهَا "Sehingga kakimu tergelincir KARENA TIDAK KOKOH" ‼ TIDAK!! Allâh tidak mengatakan DEMIKIAN!! Namun Dia mengatakan : فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا "Sehingga kakimu tergelincir SETELAH KOKOH" ‼ KETAHUILAH الحياة فتن!!! Hidup itu penuh dengan FITNAH!!! والثبات صعب!!! Dan KOKOH itu adalah suatu hal yang BERAT!! INGATLAH❗ الثبات لا يكون بكثرة الاستماع يالمواعظ *Kekokohan itu...

Makna Thayyib

** _Oleh: Robi Pamungkas_ Thayib secara bahasa lawan kata Al Khubtsu (kotor) . Dikatakan sya’iun thayyib bermakna thahir (suci) dan nadzif (bersih)[1]. Thayyib dalam Al Quran disebutkan empat kali dalam bentuk mufrad mudzakar (laki-laki tunggal), semuanya digunakan sebagai sifat untuk makanan yang halal; seperti dalam surat Al Baqarah 168, Al Mai’dah 88, Al Anfal 69, dan An Nahl 114[2]. Selain itu Al Quran menggunakan kata thayib dalam bentuk jamak sebanyak 21 kali. Semuanya merujuk kepada makna usaha atau rizki, sifat perhiasan , sifat perempuan dan sifat makanan[3] . Adapun terkait dengan makna thayib yang menjadi sifat makanan sebagaimana dalam firman Allah ﷻ : يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ  “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu” ...

Renungan

‏قال عطاء بن أبي رباح : ‏إن الرجل ليحدثني بالحديث، فأنصت له كأني لم أسمعه، وقد سمعته قبل أن يولد . "Terkadang, ada orang bercerita, namun saya tetap semangat mendengarkannya. Seolah-olah saya belum pernah mendengarnya. Padahal, cerita itu sudah saya ketahui sejak orang itu belum lahir" Kalimat bijak Atha' bin Abi Rabah (Siyar A'lam Nubala, Adz Dzahabi 5/86) Inilah akhlak Salaf yang patut diteladani! 1. Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Hal itu akan mendorong untuk lebih banyak aksi dibanding sekadar berbunyi. Ilmu pun didapat dengan sabar-sabar mendengar. 2. Menghargai orang lain yang sedang berbicara, walau ia jauh lebih muda. Meskipun ia bawahan, meskipun ia anak, meskipun ia murid, dan meskipun ia masih kurang pengalaman.  3. Jangan sakiti hati orang dengan memutus pembicaraan nya! Apalagi belum selesai ia berkata, kita sudah menyambung cerita. Lebih-lebih lagi merespon, "Aku juga tahu cerita itu!" , atau "Aku lebih tahu dari kamu", ata...