Postingan

PERNYATAAN HAI'AH KIBARIL ULAMA KERAJAAN SAUDI ARABIA DALAM MENYIKAPI KEPUTUSAN PERANCIS YANG TETAP MENGIZINKAN PENERBITAN KARIKATUR NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM..

Hai'ah Kibaril Ulama (Dewan Ulama Senior) Kerajaan Saudi Arabia menyatakan bahwa penghinaan terhadap kedudukan para Nabi dan Rasul tidak akan memudharatkan mereka sedikit pun namun hanya akan melayani kelompok radikal yang ingin menyebarkan kebencian di antara masyarakat. Dan sesungguhnya kewajiban orang-orang yang bijak di seluruh penjuru dunia baik individu maupun organisasi adalah mengecam segala bentuk penghinaan semacam itu yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berpikir dan berekspresi dan tindakan itu merupakan murni bentuk sikap ta'ashshub yang tercela dan pelayanan gratis bagi kelompok-kelompok radikal. Dan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah mengharamkan segala bentuk penghinaan dan sikap mendustakan terhadap seorang Nabi dari para Nabi sebagaimana melarang dari mencela simbol-simbol keagamaan, Allah Ta'ala berfirman : وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ “Janganl...

KABAR KABUR

📕⛔ ** Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah didatangi seseorang yang menyampaikan kepadanya suatu kabar perihal kondisi orang lain. Lantas Umar berkata, Wahai engkau. Jika mau, bisa saja kami meneliti apa yang engkau sampaikan. Apabila berdusta, maka engkau akan termasuk dalam ayat, إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti. (QS. al-Hujurat: 6) Pun bila kabar itu benar, sungguh engkau akan termasuk dalam ayat, هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah (QS. al-Qalam: 11) Tidak setiap berita bisa kita percaya. Apalagi untuk dibagi ulang lagi kepada sesama. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila menceritakan segala sesuatu yang ia dengar (HR Muslim: 5) Terutama bila itu menyangkut kehormatan saudara muslim. Bersikap bijak dalam mengol...

MENDUNG KAN BERAKHIR*

* ☄ Setiap *orang akan mati*, bila tidak dengan *virus Covid 19*, maka dengan hal yang lain. Bila hari ini kau selamat dari sebab kematian, mungkin esok, atau lusa. Bila kau lepas dari kejaran maut siang ini, mungkin nanti sore, malam atau besok pagi. ☄ Hidup ini *takkan kekal*, bumi tempatmu berpijak *tak abadi*, hari ini kita melanglang buana menyisiri segala macam jalan *diatasnya*, entah esok atau lusa, kita kan mendekam di *dalamnya.* ☄ *Virus Corona* datang untuk mengajarimu bahwa, *kematian* itu bisa datang *begitu cepat* menjemputmu, agar kau *bersiap-siap* selalu untuk menyambutnya. ☄ Semua *pintu-pintu dunia* telah *ditutup* untukmu, mulai dari pintu masjid, pintu pasar, pintu sekolah, pintu kampus dll, ada satu pintu yang masih terbuka lebar untukmu yaitu *pintu taubat.* ☄ Titik permasalahan bukanlah *kapan dan bagaimana* kau mati, inti masalah adalah bagaimana agar kau mati dalam kedaan *husnul khotimah*, dalam *taubat dan amal sholeh*, dalam *ketaatan* pada Robbmu ☄ _Katak...

Dicabutnya Nikmat.

﷽ Di antara siksa yang tersembunyi dan banyak sekali orang yang tidak menyadarinya adalah dicabutnya kenikmatan ketika bermunajat Dicabut lezatnya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika berdzikir seseorang tidak merasakan kenikmatan, Ketika shalat seseorang tidak merasakan kekhusuan, Ketika membaca Al-Quran tidak merasakan apa-apa dihati dan justru yang ada adalah ingin segera selesai Ini semua adalah sanksi yang Allah berikan kepada hamba akibat maksiatnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu jika didalam hati seorang muslim mulai terasa berat untuk melakukan ketaatan, maka sudah sepantasnya seorang muslim segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hadits riwayat Abu Darda’ Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Yang pertama kali diangkat (oleh Allah) dari umat ini adalah sifat khusyu’, sehingga (nantinya) kamu tidak akan melihat lagi seorang yang khusyu’ (dalam ibadahnya)” (HR ath-Thabarani dal...

TIDAK LARI MENGAPA DIKEJAR & TIDAK HILANG MENGAPA KAWATIR ?

 BBG AL ILMU 🌴🌴🌴 Biasanya anda berlari karena mengejar sesuatu agar tidak menjauh. Sebagaimana biasanya sesuatu bila ditinggal atau diabaikan akan hilang, sehingga anda kawatir setiap kali ketinggalan sesuatu. Namun anehnya selama ini anda berlari mengejar rejeki, padahal untuk urusan rejeki, ia tidak pernah lari. Sebaliknya, anda menjadi gundah, lagi panik bila menyadari ada dari sebagian harta anda yang ketinggalan di suatu tempat karena anda kawatir kehilangan. 🌴🌴🌴 Sobat! ketahuilah sikap semacam ini sejatinya adalah kesalahan besar yang selama ini melilit diri anda. Percayalah bahwa rejeki anda tidak akan pergi menjauh sehingga tidak ada perlu anda berlari tunggang langgang mengejarnya. Sebaliknya rejeki anda juga tidak akan hilang dipungut orang walaupun telah ketinggalan di suatu tempat. Cukuplah anda berusaha sewajarnya yaitu dengan tetap mengindahkan batasan dan hukum syari’at, niscaya seluruh rejeki anda pasti berhasil anda dapatkan dan nikmati. 🌴🌴🌴 Rasulullah sha...

Penyakit Sombong Penuntut Ilmu

﷽ Seringkali seorang yang baru mendapatkan sedikit ilmu terkena penyakit sombong, merasa dirinya sebagai ulama dan melihat orang lain sebagai orang-orang yang bodoh Inilah yang dijuluki oleh para ulama dengan ‘Abu Syibrin’. Siapakah Abu Syibrin? Abu Syibrin adalah orang yang baru mendapatkan ilmu pada jengkal pertama Ada 3 tahapan dalam menuntut ilmu dari Umar Bin Khattab : “Ilmu ada tiga tahapan. Jika seorang memasuki tahapan pertama, ia akan sombong. Jika ia memasuki tahapan kedua ia akan tawadhu’. Dan jika ia memasuki tahapan ketiga ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya” Biasanya orang yang masih baru belajar baik itu ilmu agama atau ilmu apa saja, dia akan menjadi sombong. Karena dia merasa sudah berada pada posisi yang paling mulia merasa sudah berilmu, sementara orang lain yang mungkin belum belajar ilmu itu dianggap lebih rendah dari pada dia. Padahal, mungkin kondisinya dialah yang masih banyak kekurangan dan jahil (bodoh). Juga sering terjadi pada sebagian penuntut ilmu ...

SEORANG WANITA BOLEH MENUNTUT AGAR SUAMINYA LEBIH AKTIF & SEMANGAT DALAM BERHUBUNGAN BADAN !

Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Kita ambil satu peristiwa yang terjadi di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tersebutlah seorang sahabat bernama Rifa'ah al-Quradzi. Dia menikahi seorang wanita bernama Tamimah bintu Wahb. Setelah beberapa lama menjalani kehidupan berumah tangga, Rifa'ah menceraikan istrinya, cerai tiga. Setelah usai iddah, Tamimah menikah dengan Abdurrahman bin Zabir al-Quradzi. Namun ternyata Tamimah tidak mencintai Abdurrahman. Dia hanya jadikan itu kesempatan agar bisa balik ke Rifa’ah. Hingga wanita ini mengadukan masalah suaminya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan memakai kerudung warna hijau. Mulailah si wanita ini mengadukan, وَاللَّهِ مَا لِي إِلَيْهِ مِنْ ذَنْبٍ ، إِلَّا أَنَّ مَا مَعَهُ لَيْسَ بِأَغْنَى عَنِّي مِنْ هَذِهِ – وَأَخَذَتْ هُدْبَةً مِنْ ثَوْبِهَا - “Suami saya ini orang baik, tidak pernah berbuat dzalim kepada saya. Cuma punya dia, tida...