Ketika Ku Futur
----- Ketika ku futur, aku membayangkan akan ada teman-teman yang menasehatiku, mereka akan begitu intens menasehati agar aku kembali ke jalan-Nya. Namun, kenyataan ternyata tidak demikian, terkadang mereka tidak mengetahui diriku futur, pun ketika mereka tahu, mereka menasehatiku sesekali saja. Kecewa? mungkin iya. Aku pun mencoba merenungkan mengapa hal ini bisa terjadi, dan kudapatkan jawabannya. Ketika ku futur, aku lebih mudah menyalahkan orang lain, menyalahkan teman-teman yang tidak mengajakku kembali daripada menyalahkan diriku sendiri. Padahal, tidaklah futur terjadi karena kesalahan dan dosaku sendiri. Di samping itu, teman-temanku tidak senantiasa bisa menemaniku, mereka tidak meninggalkanku, hanya saja mereka memang tidak tahu. Ketika ku futur, ku berharap teman-teman menasehatiku, namun ketika mereka menasehatiku, aku pun bebal dan tidak melaksanakan nasehat itu. Aku seakan-akan menantang nasehat mereka, maka sungguh tak salah jika mereka pun berhenti menasehati. Kewa...