Copas status Ben Hushyar Bafagih



Seorang Syekh mengajari murid-muridnya bacaan
لا اله الا الله
Mengajari pelajaran-pelajaran berharga dari kalimat tersebut.
Dan berasaskan itu beliau mendidik murid-muridnya.

Suatu hari salah seorang muridnya menghadiahi Syekh seekor burung beo yang pintar menirukan suara orang.
Syekh sendiri memiliki kesenangan memelihara burung.
Setiap hari ketika Syekh mengajari murid-muridnya tentang penjabaran kalimat Tauhid kalimat
لا إله إلا الله
Burung beo selalu memperhatikan sampai dia bisa bersuara "La ilaha Illa Allah" .

Burung beo pun selalu mengulang-ulang kalimat tersebut esok siang dan sore hari.

Suatu hari Murid-murid melihat Syekh menangis, mereka pun bertanya apa yang terjadi.
Syekh menjawab: "burung beo nya telah mati diterkam kucing."
Murid-murid menjawab: "apakah kamu menangis hanya karena ini? Biar nanti salah satu dari kami memberimu ganti yang lebih baik dari burung beo yang telah mati."

Syekh menjawab: "saya menangis bukan karena ini, akantetapi tangisanku dan kesedihanku adalah karena ketika kucing menerkam burung beo, beo berteriak-teriak sampai mati.
Dengan semua ucapan "la ilaha Illa Allah" yang dibaca setiap hari, ketika kucing menerkamnya seketika dia lupa dan hanya berteriak-teriak, karena sebelumnya dia hanya mengucapkan kalimat "la ilaha Illa Allah" dengan mulutnya dan hatinya tidak memahaminya.

Kemudian Syekh berkata: "saya takut saya seperti beo ini, seumur hidup kita mengucapkan "la ilaha Illa Allah" hanya dengan lisan kita dan ketika kematian datang kita dengan cepat melupakannya dan tidak mengucapkannya, karena hati kita belum memahaminya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU TERBAGI MENJADI DUA (ILMU DHARURI DAN ILMU NAZHARI)

mati karena sesuai dengan kebiasaannya

Faidzaa faraghta fanshob wailaa rabbika farghob...