ZIARAH KUBUR
بـسم الله الرحـمن الرحـيم
K I T A B U L J A N A I Z BAGIAN AKHIR
K I T A B U L J A N A I Z BAGIAN AKHIR
*Ziarah kubur pernah dilarang*
عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قَالَا : لَمَّا نَزَلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَفِقَ يَطْرَحُ خَمِيصَةً لَهُ عَلَى وَجْهِهِ فَإِذَا اغْتَمَّ بِهَا كَشَفَهَا عَنْ وَجْهِهِ فَقَالَ وَهُوَ كَذَلِكَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ يُحَذِّرُ مَا صَنَعُوا
Dari azuhri,telah menghabari aku Abdullah bin Abdullah bin utbah bahwasanya Aisyah dan Abdullah bin abas telah berkata, "ketika tinggal bersama Rasulullah SAW, mulailah beliau melemparkan(menutupkan) gamis milik beliau ke wajah maka jika telah menutupinya, beliau membukakannya dari wajah beliau, lalu dalam keadaan demikian beliau bersabda, ' Laknat Allah atas yahudi dan nasrani, mereka telah menjadikan kuburan-kuburan nabi-nabi sebagai masjid-masjid', beliau mengancam perbutan mereka". (H.r al-Bukhari:93 Muslim,I :377)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِد
Dari Abu Hurairah Bahwasanya Rasulullah Saw, telah bersabda, Allah telah membinasakan yahudi yang telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi sebagai Masjid (H.r al-Bukhari:93 Muslim,I :376)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ النَّجْرَانِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي جُنْدَبٌ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِخَمْسٍ وَهُوَ يَقُولُ إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ
Dari Abdullah bin Al-Harits an-Najrani, ia mengatakan Jundabtelah menceritakan kepada kami dengan berkata, saya mendengar Nabi saw. lima hari sebelum saat kewafatan beliau bersabda,"Aku memohon dileaskan kepada Allah agar Allah menjadikan seorang diantara kalian khalil (manusia terkasih) bagiku. Karena sesungguhnya Allah SWT.telah menjadikan aku manusia terkasih-Nya sebagaimana ia telah menjadikan Nabi Ibrahim manusia terkasih-Nya.jika saja aku mesti mengangkat dari manusia ini seorang manusia terkasih, tentu aku akan menjadikan Abu Bakar manusia terkasihku. Ingatlah! Sesungguhnya kaum sebelum kamu telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi dan orang-orang saleh mereka sebagai Masjid (tempat beribadah)"sesungguhnya aku melarang kalian mengenai hal itu (H.R. Muslim,I:377 no.532).
*Ziarah kubur Hukumnya mubah*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, ia mengatakan,"Rasulullah saw, telah bersabda, 'saya melarang kalian berziarah kubur, maka ziarahilah kuburan-kuburan itu".
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ
Dari abu hurairah,ia mengatakan,"Rasul saw.menjiarahi kuburan ibunya, lalu beliau menangis dan membuat menangis orang-orang disekeliling beliau, lalu bersabda,'saya minta izin kepada Allah agar dapat meohonkan ampunan untuk ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan aku. Lalu aku minta izin untuk menziarahi kuburannya, maka Allah mengizinkan aku. Ziarahilah kuburan-kuburan karena akan mengingatkan kalian kepada kematian'. "(H.R.Muslim I:429)
*Larangan Ziarah kubur bagi perempuan*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ
Dari abu hurairah Bahwasanya Rasulullah saw, telah melaknat para peziarah kubur perempuan.( H.r ahmad, almausutul haditsiyah, musnad al-imam ahmad bin hanbal,XIV:164)
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَحَسَّانَ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ هَذَا كَانَ قَبْلَ أَنْ يُرَخِّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَلَمَّا رَخَّصَ دَخَلَ فِي رُخْصَتِهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ و قَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّمَا كُرِهَ زِيَارَةُ الْقُبُورِ لِلنِّسَاءِ لِقِلَّةِ صَبْرِهِنَّ وَكَثْرَةِ جَزَعِهِنَّ
Ia mengatakan, "dan tentang bab ini (terdapat hadits) dari ibnu abbas, Hasan bin tsabit. Abu Isa, At-Tirmidzi berkata,'hadits ini hasan shahih'. Sebagian ulama memandangbahwa laknat Rasul saw.ini sebelum diberi rukhsah (keringanan) oleh Rasulullah saw tentang ziarah kubur. Maka ketika Nabi memberikan keringanan (bolehnya ziarah kubur) masuklah dalam cakupan bolehnya itu laki-laki dan perempuan. Sebagian lagi ulama mengatakan'hanyalah dibenci ziarah kubur bagi perempuan itu karena kurangnya kesabaran mereka dan banyaknya sikap tak sabaran, kekhawatiran, keputus-asa-an, kecemasan, kegelisahan mereka'. (tuhfatul ahwadzi, IV:160-161)
*Bolehnya Ziarah kubur bagi perempuan*
قَالَ رَسُولُ اللهِ ( : إِنَّ رَبَّكَ جَلَّ وَعَزَّ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيعِ فَتَسْتَغْفِرَ لَهُمْ! قَالَتْ عَائِشَةُ: فَكَيْفَ أَقُولُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ فَقَالَ: قُولِي: اَلسَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُونَ. رواه أحمد ومسلم
Rasulullah saw. bersabda,”Sesungguhnya Tuhanmu Ajja wa Zalla menyuruhmu untuk datang ke pekuburan Baqi lalu meminta ampun untuk mereka. Aisah bertanya,’Bagaimana caranya aku memintakan ampun bagi mereka wahai Rasulullah? Beliau jawab,’Ucapkanlah,”Mudah-mudahan keselamatan bagi penduduk kubur dari kalangan mukminin dan muslimin, dan mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepada yang terdahulu dan yang kemudian. Sesungguhnya kami insya Allah pasti akan mengikuti kalian”. (H.r. Ahmad dan Muslim, I : 428-429)
عن عبد الله بن ابي مليكة ان عائشة رضي الله عنها اقبلت ذات يوم من المقابر فقلت لها يا ام المؤمنين من اين اقبلت قالت من قبر اخي عبد الرحمن بن ابي بكر فقلت لها اليس كان رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن زيارة القبور قالت نعم كان نهى ثم امر بزيارتها
Dari Abdulah bin muaikah bahwasanya Aisyah ra, pada suatu hari pulang dari pekuburan, aku bertanya, " wahai umul mukminin, dari manakah engkau? " ia menjawab, " dari kuburan saudaraku Abdurahman bin abu bakar" maka aku bertanya lagi, "Bukankah Rasulullah saw, telah melarang berziarah kubur?" ia menjawab, "Ya" pernah melarang, tetapi kemudian menyuruh berziarah kubur. (H.r Alhakim, Al-mustadrak 'alas Shahihain,I;532. No 1392 dan Al-Baihaqi sunan albaihaqi al kubra, IV:78. No 6999.)
*Doa ketika masuk ke Pekuburan*
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ( يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ فَكَانَ قَائِلُهُمْ يَقُولُ : اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ (عَلَى) أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ, وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لاَحِقُونَ, نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ. رواه مسلم وابن ماجة
Dari Buraidah, ia berkata,”Rasulullah saw. mengajarkan kepada mereka apabila pergi ke pekuburan maka ucapkanlah,’Mudah-mudahan keselamatan bagi kalian wahai penduduk kubur dari kalangan mukminin dan muslimin, sesungguhnya kami insya Allah akan mengikuti kalian, kami meminta ampun kepada Allah untuk kami dan untuk kalian” H.r. Muslim dan Ibnu Majah
Dalam riwayat Ahmad dan An-Nasai ada tambahan:
أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ “Kalian terdahulu dari kami dan kami akan mengikuti kalian”. Ini diucapkan setelah kata وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لاَحِقُونَ.
عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قَالَا : لَمَّا نَزَلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَفِقَ يَطْرَحُ خَمِيصَةً لَهُ عَلَى وَجْهِهِ فَإِذَا اغْتَمَّ بِهَا كَشَفَهَا عَنْ وَجْهِهِ فَقَالَ وَهُوَ كَذَلِكَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ يُحَذِّرُ مَا صَنَعُوا
Dari azuhri,telah menghabari aku Abdullah bin Abdullah bin utbah bahwasanya Aisyah dan Abdullah bin abas telah berkata, "ketika tinggal bersama Rasulullah SAW, mulailah beliau melemparkan(menutupkan) gamis milik beliau ke wajah maka jika telah menutupinya, beliau membukakannya dari wajah beliau, lalu dalam keadaan demikian beliau bersabda, ' Laknat Allah atas yahudi dan nasrani, mereka telah menjadikan kuburan-kuburan nabi-nabi sebagai masjid-masjid', beliau mengancam perbutan mereka". (H.r al-Bukhari:93 Muslim,I :377)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِد
Dari Abu Hurairah Bahwasanya Rasulullah Saw, telah bersabda, Allah telah membinasakan yahudi yang telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi sebagai Masjid (H.r al-Bukhari:93 Muslim,I :376)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ النَّجْرَانِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي جُنْدَبٌ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِخَمْسٍ وَهُوَ يَقُولُ إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ
Dari Abdullah bin Al-Harits an-Najrani, ia mengatakan Jundabtelah menceritakan kepada kami dengan berkata, saya mendengar Nabi saw. lima hari sebelum saat kewafatan beliau bersabda,"Aku memohon dileaskan kepada Allah agar Allah menjadikan seorang diantara kalian khalil (manusia terkasih) bagiku. Karena sesungguhnya Allah SWT.telah menjadikan aku manusia terkasih-Nya sebagaimana ia telah menjadikan Nabi Ibrahim manusia terkasih-Nya.jika saja aku mesti mengangkat dari manusia ini seorang manusia terkasih, tentu aku akan menjadikan Abu Bakar manusia terkasihku. Ingatlah! Sesungguhnya kaum sebelum kamu telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi dan orang-orang saleh mereka sebagai Masjid (tempat beribadah)"sesungguhnya aku melarang kalian mengenai hal itu (H.R. Muslim,I:377 no.532).
*Ziarah kubur Hukumnya mubah*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, ia mengatakan,"Rasulullah saw, telah bersabda, 'saya melarang kalian berziarah kubur, maka ziarahilah kuburan-kuburan itu".
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ
Dari abu hurairah,ia mengatakan,"Rasul saw.menjiarahi kuburan ibunya, lalu beliau menangis dan membuat menangis orang-orang disekeliling beliau, lalu bersabda,'saya minta izin kepada Allah agar dapat meohonkan ampunan untuk ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan aku. Lalu aku minta izin untuk menziarahi kuburannya, maka Allah mengizinkan aku. Ziarahilah kuburan-kuburan karena akan mengingatkan kalian kepada kematian'. "(H.R.Muslim I:429)
*Larangan Ziarah kubur bagi perempuan*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ
Dari abu hurairah Bahwasanya Rasulullah saw, telah melaknat para peziarah kubur perempuan.( H.r ahmad, almausutul haditsiyah, musnad al-imam ahmad bin hanbal,XIV:164)
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَحَسَّانَ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ هَذَا كَانَ قَبْلَ أَنْ يُرَخِّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَلَمَّا رَخَّصَ دَخَلَ فِي رُخْصَتِهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ و قَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّمَا كُرِهَ زِيَارَةُ الْقُبُورِ لِلنِّسَاءِ لِقِلَّةِ صَبْرِهِنَّ وَكَثْرَةِ جَزَعِهِنَّ
Ia mengatakan, "dan tentang bab ini (terdapat hadits) dari ibnu abbas, Hasan bin tsabit. Abu Isa, At-Tirmidzi berkata,'hadits ini hasan shahih'. Sebagian ulama memandangbahwa laknat Rasul saw.ini sebelum diberi rukhsah (keringanan) oleh Rasulullah saw tentang ziarah kubur. Maka ketika Nabi memberikan keringanan (bolehnya ziarah kubur) masuklah dalam cakupan bolehnya itu laki-laki dan perempuan. Sebagian lagi ulama mengatakan'hanyalah dibenci ziarah kubur bagi perempuan itu karena kurangnya kesabaran mereka dan banyaknya sikap tak sabaran, kekhawatiran, keputus-asa-an, kecemasan, kegelisahan mereka'. (tuhfatul ahwadzi, IV:160-161)
*Bolehnya Ziarah kubur bagi perempuan*
قَالَ رَسُولُ اللهِ ( : إِنَّ رَبَّكَ جَلَّ وَعَزَّ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيعِ فَتَسْتَغْفِرَ لَهُمْ! قَالَتْ عَائِشَةُ: فَكَيْفَ أَقُولُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ فَقَالَ: قُولِي: اَلسَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُونَ. رواه أحمد ومسلم
Rasulullah saw. bersabda,”Sesungguhnya Tuhanmu Ajja wa Zalla menyuruhmu untuk datang ke pekuburan Baqi lalu meminta ampun untuk mereka. Aisah bertanya,’Bagaimana caranya aku memintakan ampun bagi mereka wahai Rasulullah? Beliau jawab,’Ucapkanlah,”Mudah-mudahan keselamatan bagi penduduk kubur dari kalangan mukminin dan muslimin, dan mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepada yang terdahulu dan yang kemudian. Sesungguhnya kami insya Allah pasti akan mengikuti kalian”. (H.r. Ahmad dan Muslim, I : 428-429)
عن عبد الله بن ابي مليكة ان عائشة رضي الله عنها اقبلت ذات يوم من المقابر فقلت لها يا ام المؤمنين من اين اقبلت قالت من قبر اخي عبد الرحمن بن ابي بكر فقلت لها اليس كان رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن زيارة القبور قالت نعم كان نهى ثم امر بزيارتها
Dari Abdulah bin muaikah bahwasanya Aisyah ra, pada suatu hari pulang dari pekuburan, aku bertanya, " wahai umul mukminin, dari manakah engkau? " ia menjawab, " dari kuburan saudaraku Abdurahman bin abu bakar" maka aku bertanya lagi, "Bukankah Rasulullah saw, telah melarang berziarah kubur?" ia menjawab, "Ya" pernah melarang, tetapi kemudian menyuruh berziarah kubur. (H.r Alhakim, Al-mustadrak 'alas Shahihain,I;532. No 1392 dan Al-Baihaqi sunan albaihaqi al kubra, IV:78. No 6999.)
*Doa ketika masuk ke Pekuburan*
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ( يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ فَكَانَ قَائِلُهُمْ يَقُولُ : اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ (عَلَى) أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ, وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لاَحِقُونَ, نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ. رواه مسلم وابن ماجة
Dari Buraidah, ia berkata,”Rasulullah saw. mengajarkan kepada mereka apabila pergi ke pekuburan maka ucapkanlah,’Mudah-mudahan keselamatan bagi kalian wahai penduduk kubur dari kalangan mukminin dan muslimin, sesungguhnya kami insya Allah akan mengikuti kalian, kami meminta ampun kepada Allah untuk kami dan untuk kalian” H.r. Muslim dan Ibnu Majah
Dalam riwayat Ahmad dan An-Nasai ada tambahan:
أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ “Kalian terdahulu dari kami dan kami akan mengikuti kalian”. Ini diucapkan setelah kata وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لاَحِقُونَ.
Disampaikan oleh: Gun Gun Hidayatulloh
Komentar
Posting Komentar