KEUTAMAAN SHALAT MALAM



Sebuah Resensi dari Kitab Fathul Baari

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai
suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat
kamu ke tempat yang terpuji.
(QS al-Isra 79).

1121 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، ح وَحَدَّثَنِي مَحْمُودٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا رَأَى رُؤْيَا قَصَّهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَمَنَّيْتُ أَنْ أَرَى رُؤْيَا، فَأَقُصَّهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكُنْتُ غُلاَمًا شَابًّا، وَكُنْتُ أَنَامُ فِي المَسْجِدِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُ فِي النَّوْمِ كَأَنَّ مَلَكَيْنِ أَخَذَانِي، فَذَهَبَا بِي إِلَى النَّارِ، فَإِذَا هِيَ مَطْوِيَّةٌ كَطَيِّ البِئْرِ وَإِذَا لَهَا قَرْنَانِ وَإِذَا فِيهَا أُنَاسٌ قَدْ عَرَفْتُهُمْ، فَجَعَلْتُ أَقُولُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ، قَالَ: فَلَقِيَنَا مَلَكٌ آخَرُ فَقَالَ لِي: لَمْ تُرَعْ،

Abdulllah bin Muhammad telah menceritakan  kepada kami, ia telah berkata : Hisyam telah menceritakan kepada kami, ia telah berkata : Ma’mar telah menceritakan kepada kami, Mahmud telah menceritakan kepadaku, ia telah berkata Abdulrojak telah menceritakan kepada kami, ia telah berkata : Ma’mar telah mengabarkan kepada kami dari Zuhri dari Salim dari bapaknya Radhiyallaahu Anhu dia telah berkata : “Biasanya apabila seorang laki-laki bermimpi pada saat Nabi saw masih hidup, dia menceritakannya kepada Rasulullah saw, maka aku berharap dapat bermimpi agar dapat menceritakannya kepada Rasulullah saw. Saat itu aku adalah seorang pemuda belia dan aku biasa tidur di masjid pada masa Nabi saw, maka aku pun bermimpi seakan-akan dua malaikat memegangku kemudian membawaku ke neraka. Ternyata, neraka itu dibangun seperti sumur dan ia memiliki dua tanduk. Lalu di dalamnya terdapat sejumlah orang yang aku  kenal. Maka aku pun berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah dari neraka’”. Ia berkata, “Aku pun bertemu dengan malaikat lain yang berkata kepadaku, ‘Janganlah takut’ “
(HR Bukhari).

فقصَصتها على حفصة، فقضتْها حفصةُ على رسول الله -صلي الله عليه وسلم -، فقال: "نعْم الرجلُ عبد الله لو كان يصلي من الليل"، قال سالم: فكان عبد الله لا ينامَ من الليل إلا قليلاً.
Aku pun menceritakannya kepada Hafshah, kemudian Hafshah menceritakannya kepada Nabi saw,  maka beliau bersabda, “Sebaik-baik laki-laki adalah Abdullah apabila ia shalat malam. Setelah itu, ia tidak tidur di malam hari melainkan hanya sebentar”.  (Musnad Ahmad).

1. Asbabul Wurud

Ketika Abdullah (adiknya Hafshah binti Umar istri Nabi saw) masih  remaja bersama teman-temannya suka tidur di dalam masjid. Pada suatu malam, Abdullah bermimpi dibawa oleh dua malaikat ke neraka yang bentuknya mirip sebuah sumur. Di dalam neraka itu melihat teman-temannya, kemudian Abdullah ta’awudz kepada Allah, maka datanglah malaikat yang lain dan berkata kepada Abdullah, “Janganlah takut”.
Setelah mimpi itu, Abdullah minta tolong kepada kakaknya yaitu Hafshah agar mimpinya itu diceritakan kepada Nabi saw. Maka Hafshah pun menceritakannya kepada Nabi saw dan beliau bersabda, “Sebaik-baik laki-laki adalah Abdullah apabila ia shalat malam”.

2. Keterangan Hadits

a. Sebaik-baik laki-laki

Imam Bukhari menyebutkan hadits Salim bin Abdullah bin Umar dari bapaknya tentang mimpinya, yang menyebutkan bahwa Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik laki-laki adalah Abdullah apabila ia shalat malam. Maka setelah itu ia tidak tidur di malam hari melainkan sedikit”.
Zuhri berkata, maka setelah itu Abdullah memperbanyak shalat di waktu malam. Adapun konteks hadits dengan judul bab qiyamul lail adalah pada sabda beliau saw, “Sebaik-baik laki-laki adalah Abdullah apabila ia shalat malam”, karena hal ini berkonsekuensi bahwa semua orang yang shalat malam dikatakan sebagai laki-laki terbaik.

b. Ta’bir (penafsiran) mimpi

Dalam ta’bir mimpi disebutkan bahwa sesungguhnya Abdullah adalah laki-laki shalih apabila ia shalat di waktu malam, sebagaimana dinukil dari hadits Abu Hurairah bahwa  : “Afdhalush shalaati ba’dal faridhati shalaatul laili (shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”).

c. Menceritakan mimpi

Biasanya seorang laki-laki tapi bukan berarti wanita tidak menceritakan mimpinya, namun pada umumnya laki-laki lah yang menceritakan mimpinya kepada Nabi saw. Seorang laki-laki berkata pada dirinya sendiri, “Seandainya dalam dirimu ada kebaikan, niscaya engkau akan bermimpi sebagaimana orang-orang itu”, maka dari sini dapat diambil dalil bahwa mimpi yang baik menunjukkan kebaikan orang yang bermimpi.

d. Dua malaikat membawa ke neraka

Seakan-akan dua sosok mendatangiku, keduanya hendak membawaku ke neraka. Lalu keduanya didatangi oleh satu malaikat dan berkata, “Jangan takut, menyingkirlah darinya”. Secara lahiriah, keduanya belum membawanya ke neraka, namun keduanya membawaku ke neraka dan ingin memasukkan aku ke dalamnya. Ketika aku melihatnya, ternyata neraka itu dibangun (seperti sumur) dan aku pun melihat orang-orang yang ada di dalamnya. Lalu aku memohon perlindungan, kemudian kami ditemui oleh malaikat lain.

Imam Al-Qurthubi menafsirkan mimpi Abdullah dengan penafsiran yang mengandung pujian, sebab dia telah dibawa ke neraka lalu diselamatkan darinya. Kemudian dikatakan kepadanya bahwa tidak ada ketakutan bagimu dan yang demikian itu karena keshalihannya, hanya saja ia tidak selalu melakukan shalat malam. Maka dari sini Abdullah mendapatkan pelajaran bahwa shalat malam termasuk perkara yang dapat menghindarkan diri dari neraka. Oleh karena itu, ia tidak pernah lagi meninggalkan shalat malam setelah kejadian mimpi itu. Sementara Al-Muhallab mengisyaratkan bahwa rahasianya adalah karena Abdullah tidur di masjid, sedangkan hak masjid adalah dipakai untuk beribadah, maka ia ditakut-takuti dengan ancaman neraka.

e. Shalat malam dapat menolak adzab

Kalimat  lau kaana (seandainya) dalam hadits kedua bahwa shalat malam (qiyamul lail) dapat menolak adzab, sebagaimana sabda Nabi saw setelah mendengarkan cerita Hafshah,”Sebaik-baik  laki-laki adalah Abdullah apabila ia shalat malam”. Di lain hadits juga disebutkan bahwa shalat malam dapat mengharapkan kebaikan dan ilmu.

Referensi :  Kitab Fathul Baari Jilid 2 Syarah Kitab Shahih Bukhari, karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, Penerbit Pustaka Azzam Jakarta 2008.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU TERBAGI MENJADI DUA (ILMU DHARURI DAN ILMU NAZHARI)

mati karena sesuai dengan kebiasaannya

Faidzaa faraghta fanshob wailaa rabbika farghob...