SHAUM SUNNAH (NAFILAH)

Bismillãh..!!!

YANG TIDAK DIRAGUKAN KESUNNAHANNYA...
Shaum - shaum Sunnah, di antaranya adalah:
1. Shaum Asyura
Shaum tanggal 10 Muharram, dan disunnahkan juga Shaum tanggal 9 Muharramnya.
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Shaum hari Asyura (10 Muharram) aku berharap kepada Allah sebagai penghapus dosa setahun yang lalu (H.R Muslim)
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Kalau seandainya aku masih hidup tahun depan, maka sungguh aku akan bershaum di tanggal ke-9 (Muharram)(H.R Muslim)
2. Shaum hari Arafah (9 Dzulhijjah)
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Shaum hari Arafah aku berharap kepada Allah sebagai penghapus dosa setahun yang lalu dan setahun setelahnya (H.R Muslim)
3. Shaum hari Senin dan Kamis
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ اْلِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ
Dari Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam bersungguh-sungguh menjaga Shaum Senin dan Kamis (H.R atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany)
تُعْرَضُ اْلأَعْمَالُ يَوْمَ اْلِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Amal-amal ibadah diangkat (untuk ditunjukkan pada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka aku suka pada saat amalanku ditunjukkan dalam keadaan bershaum (H.R atTirmidizi, anNasaai, Ahmad)
4. Shaum 3 hari tiap bulan
صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ ، وَثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ
Shaum pada bulan kesabaran (Ramadhan) dan 3 hari tiap bulan (Hijriyah), akan menghilangkan (permusuhan, kemarahan, dengki, dendam) dalam dada (H.R Ahmad, al-Bazzar, Ibnu Abi Syaibah, dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Munawy, dishahihkan juga oleh al-Albany).
Shaum tiap bulan Hijriyah. Tidak ditentukan pada tanggal berapa, yang penting pada tiap bulan terhitung minimal 3 hari. Tidak harus berurutan.
عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ مِنْ أَيِّ شَهْرٍ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ مَا كَانَ يُبَالِي مِنْ أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ
Dari Muadzah beliau berkata: Aku berkata kepada Aisyah: Apakah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bershaum setiap bulan 3 hari? Aisyah menjawab: Ya. Aku (Muadzah) berkata: Di bagian bulan yang mana (tanggal berapa)? Tidak peduli pada bagian bulan yang mana beliau bershaum (H.R Abu Dawud)
Namun, jika memungkinkan sebaiknya bershaum pada ayyaamul biidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 pada bulan Hijriyah.
عَنِ ابْنِ مِلْحَانَ الْقَيْسِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Dari Ibnu Milhan al-Qoysiy dari ayahnya beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk bershaum pada hari al-biidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 (H.R Abu Dawud, dishahihkan Syaikh al-Albany)
5. Shaum 6 hari di bulan Syawwal
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Barangsiapa yang Shaum Ramadhan, kemudian diikuti dengan 6 hari di bulan Syawwal, seakan-akan ia berShaum setahun penuh (H.R Muslim)
Shaum sunnah Syawwal tidak harus berurutan harinya. Namun baru bisa dilakukan setelah tanggungan Shaum Ramadhan ditunaikan terlebih dahulu.
6. Memperbanyak Shaum di bulan Sya’ban
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
7. Memperbanyak Shaum di bulan al-Muharram
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Shaum yang paling utama setelah Ramadhan adalah Shaum di bulan Allah, al-Muharram (H.R Muslim)
8. Shaumsehari dan berbuka sehari (Shaum Dawud)
إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ... كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
Sesungguhnya Shaum yang paling dicintai Allah adalah Shaum Dawud….Beliau bershaum sehari dan berbuka sehari (H.R al-Bukhari dan Muslim)
Moga bermanfaat...
Mari Bersama kita Meraih Ridla Allãh...
Jaga dan Tentramkan Hati dengan Dzikrullãh...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU TERBAGI MENJADI DUA (ILMU DHARURI DAN ILMU NAZHARI)

mati karena sesuai dengan kebiasaannya

Faidzaa faraghta fanshob wailaa rabbika farghob...